Ir Nuroji · Parade Night Depok · Walikota Depok M Idris

Walikota Depok M Idris Mempersulit Acara Parade Night Depok

Walikota Depok M Idris Mempersulit Acara Parade Night Depok

Kekecewaan banyak pihak yang terlibat di acara DNP (Depok Parade Night) terhadap Walikota Depok M Idris terus bergulir. Hal ini bukan tanpa alasan karena bukan saja tidak mendukung namun Walikota Depok M Idris juga mempersulit acara Parade Night Depok.

Hal ini diungkapkan jelas dan tegas oleh Ir.Nuroji yang terlihat belum bisa menghilangkan kekesalannya terhadap sikap Walikota M Idris yang cenderung egois dan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja semata. Padahal acara Depok Parade Night juga merupakan hajatan Partai Gerindra yang diwakili oleh Ir. Nuroji sebagai pendiri Partai Gerindra di Kota Depok.

Kekecewaan ini diamini oleh banyak pihak khususnya para peserta dan pihak yang terlibat langsung acara DNP (Depok Parade Night). Karena kesulitan demi kesulitan mereka temui selama proses persiapan dan pada hari H pelaksanaannya juga terjadi banyak hambatan yang menurut mereka tidak masuk akal. Untung saja meski menghadapi banyak kendala dan hambatan, antusias masyarakat selama acara berlangsung sangat luar biasa. Dan ini sangat mengobati kekecewaan atas perilaku Walikota M Idris dan menghapus semua kelelahan yang mereka rasakan berbulan-bulan sejak rencana acara DNP (Depok Parade Night) ini digulirkan.

DEPOK – Pro kontra acara DNP (Depok Night Parade) yang digelar pada Desember 2016 lalu, menyisakan rasa kecewa bagi Ir. Nuroji selaku Ketua DKD (Dewan Kesenian Depok). Acara DNP ini bekerjasama dengan DKD dan IKIAD (Ikatan Kekeluargaan Istri dan Anggota Dewan). Disela-sela pengukuhan Rezky M. Noor sebagai PC PIRA (Perempuan Indonesia Raya), kota Depok pada Sabtu (7/1/2017) bertempat di RM Betawi Ngumpul, Jl. Tanah Baru, Depok Ir. H. Nuroji menyampaikan rasa kecewa tentang Walikota Depok yang tak mendukung acaranya.

“Acara kesenian kemarin (DNP) itu disitu saya punya program kesenian. Kalau buat saya membangun kota itu, tidak sekedar membangun fisik. Bangun juga SDM nya, bangun juga keseniannya, budayanya. Tanpa bangun budaya kota seperti kota batu. Saya membuat acara itu untuk menggeliatkan seni di Depok nyatanya apa? Walikota tidak mau mendukung. Alasan apa? Karena yang bikin bukan orang PEMDA. Ini gimana? Walikota juga tidak boleh main kepentingan dia saja, kepentingan masyarakat luas termasuk seniman, saya termasuk seniman disini,” terang Nuroji sedikit kesal.

Menurut Nuroji solusinya harus disadari dengan Walikota jangan berpikir egois. Acara yang sudah digagas Nuroji dan IKIAD merasa dipersulit. Seandainya belum ada yang berkenan dengan acara yang dibuatnya kenapa panitia tidak dipanggil dan dijelaskan acara mana yang belum berkenan oleh Pemkot. Sampai ada sponsor yang dibatalkannya sehingga ia harus membayar (nombok) yang tidak sedikit. “Kehadiran Felicia Hwang kita batalkan sponsor demi pak walikota setuju, akhirnya apa? Saya harus nombok banyak karena sponsor batal,” kata Nuroji yang akrab disapa bang Oji.

Disamping itu Nuroji tidak setuju bahwa ia melihat ada kesan mengkotak-kotakkan kepentingan. Seperti halnya: PKS mempunyai kepentingan, Gerindra pun mempunyai kepentingan. Nuroji menginginkan Walikota berfikir juga kepentingan Gerindra, kepentingan partai lain mengusung, jangan hanya kepentingan PKS saja. Contoh nyata acara DNP, sebagian PKS tidak setuju karena mereka islami, tetapi di Depok tidak akan bisa dijadikan Islami.

“Jangan jadikan kota Depok menjadi kota Islami, tak akan berhasil. Saya orang Islam, tak akan berhasil membuat Depok jadi kota Islam. Kecuali di Bangkalan sana, silahkan. Tapi kalau mau dibuat religius saya setuju,” tutur Nuroji tegas.

Bagi Nuroji sebagai salah satu panitia menurutnya bukan suatu alasan bahwa acara DNP (Depok Night Parade) tidak religius, karena alasan walikota acara DNP bukan religius. DNP adalah acara kesenian, selama tidak melanggar norma-norma agama seharusnya tidak dipersulit. Semua pertunjukkan yang digelar adalah pertunjukkan biasa, lomba drum band, lenong, membaca puisi.

“Acara kemarin lancar, tapi banyak dipersulit. Seperti lokasi dipindah, rute dipindah, banyak kesulitan bahkan peserta banyak yang mundur karena diisukan ini haram, dan donasi mundur. Saya kecewanya isu-isu muncul pasti ada yang membuat. Kalau semua kompak, walikota dukung saya yakin tak ada issu itu. Walaupun bukan pak wali yang mengisukan tetapi karena dilihat tidak didukung pak wali ada saja orang yang tidak suka. Dicari alasan karena tidak religius karena tidak didukung pak wali,” ungkap Nuroji menutup wawancaranya. (BKarmila/Depokpos)

Advertisements